Sabtu, 12 Juni 2010

Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Microsoft Windows

Sumber : Dari Buku Elex Media Komputindo
Penulis : Didik Subyantara

TERMINAL SERVICES DAN REMOTE DESKTOP

Terminal Services dan Remote Desktop adalah komponen
Windows yang dapat digunakan pemakai komputer yang
terhubung dalam jaringan agar dapat menggunakan program Windows beserta dengan aplikasinya dari komputer remote.
Terminal Services terdapat pada Windows NT Terminal Server,Windows 2000 Server, dan Windows Server 2003, sedangkan Remote Desktop adalah komponen yang terdapat pada Windows XP Professional.

Terminal Services dan Remote Desktop dapat diakses melalui jaringan area lokal (LAN), saluran telepon, dan juga melalui website dengan memanfaatkan Remote Desktop Web Connections yang terdapat Windows XP Professional. Terminal Services dan Remote Desktop hanya dapat diakses menggunakan sistem operasi Windows, antara lain:
== Windows 16 bit yang dapat digunakan adalah Windows 3.11 for Workgroup dan memerlukan protokol TCP/IP 32. == Protokol TCP/IP 32 dapat dibuat dari Windows NT4 Server.

Windows 32 bit adalah Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows 2000 Professional, Windows XP Home Edition, dan Windows XP Professional.
Dapat diambil kesimpulan bahwa jika menggunakan sistem
operasi Windows 3.11 for Workgroup maka Terminal Services dan Remote Desktop dapat diakses menggunakan komputer i386, memori 4 MB, dan harddisk 40 MB. Akan tetapi penulis menyarankan Anda menggunakan minimal komputer 486 dengan memori 8 MB, VGA Card 1 MB, harddisk 100 MB, dan system operasi Windows 95 OSR1.
Terminal Services dapat diakses oleh lebih dari satu pemakai, sedangkan Remote Desktop hanya dapat diakses oleh satu pemakai saja dan komputer yang sedang diakses tidak dapat dipakai oleh pemakai lainnya.

A. Instalasi Terminal Services dan Remote
Desktop
Untuk Terminal Services diperlukan instalasi, sedangkan untuk Remote Desktop hanya diperlukan aktivasi program terserbut.

1.1 Instalasi Terminal Services
Sebelum melakukan instalasi Terminal Services, penulis akan memberikan penjelasan tentang pilihan mode yang akan digunakan, antara lain:

== Remote Administration Mode
Pada pilihan Remote Administration Mode ini, yang dapat
mengakses Terminal Services dari komputer client hanya anggota group Administrator dan hanya 2 komputer client yang dapat mengakses Terminal Services dalam waktu yang bersamaan. Tujuan pilihan ini adalah supaya Administrator dapat mengelola atau mengatur server dari komputer remote.
== Application Server Mode
Pada pilihan Aplication Server Mode, lebih dari 2 komputer client dapat mengakses Terminal Services secara bersamaan, tetapi masa berlaku program hanya 90 hari saja. Tujuan pilihan mode ini adalah supaya para pemakai dari komputer client dapat memanfaatkan aplikasi yang terdapat pada server.

Cara instalasi Terminal Services adalah sebagai berikut:
1. Kembali pada Control Panel, klik Add/Remove Programs
sehingga kotak dialog Add Remove Programs muncul, kemudian klik Add/Remove Windows Components sehingga
tampil window seperti Gambar A.1.


Gambar A.1 Kotak dialog Windows Component


2. Selanjutnya berikan tanda centang pada Terminal Services dan juga pada Terminal Services Licensing. Oleh karena Aplication Server Mode dipilih (lihat Gambar A.1), pemberian tanda centang pada Terminal Services Licensing ini diperlukan, tetapi bila Remote Administration Mode dipilih, Anda tidak perlu memberikan tanda centang pada Terminal Services Licensing. Setelah memberikan tanda centang , klik Next.

3. Akan tampil kotak dialog Terminal Services Setup untuk memilih mode yang akan digunakan seperti Gambar A.2. Pilih Application server mode, setelah itu klik Next.

Gambar A.2 Pilih Application Server Mode


4. Akan tampil kotak dialog Terminal Services Setup seperti Gambar A.3. Pilih Permissions Compatible with Terminal Server 4.0. Users, setelah itu klik Next.

Gambar A.3 Pilih Permissions Compatible with Terminal Server 4.0. Users


5. Akan tampil aplikasi yang terdapat pada server seperti pada Gambar A.4. Pada Gambar A.4, diberitahukan bahwa ada kemungkinan aplikasi yang terdapat pada server tidak dapat bekerja dengan baik sehingga perlu diinstal ulang. Akan tetapi bila setelah Terminal Services terinstal dan tidak terjadi masalah pada aplikasi, Anda tidak perlu menginstal ulang aplikasi tersebut. Untuk melanjutkan, klik Next.

Gambar A.4 Aplikasi yang terdapat pada server


6. Terminal Services Licensing Setup seperti Gambar A.5 akan tampil. Klik Next.

Gambar A.5 Kotak dialog Terminal Services Licensing Setup

7.Akan tampil proses instalasi Terminal Services. Masukkan CD master Windows 2000 Server.

8. Klik Finish.

B Pengaktifan Remote Desktop
Langkah-langkah aktivasi Remote Desktop adalah sebagai berikut:
1. Klik Start klik kanan My Computer Properties atau klik
Start Control Panel Peformance and Maintenance dan kemudian klik System sehingga kotak dialog System Properties akan tampil.

Gambar B.6 Tab Remote pada kotak dialog System Properties


2. Klik tab Remote pada kotak dialog System Properties,
selanjutnya berikan tanda centang pada Allow users to
connect remotely to this computer untuk mengaktifkan
Remote Desktop, setelah itu akan muncul kotak Remote
Sessions yang memberitahukan bahwa user yang akan mengakses Remote Desktop harus menggunakan password.
Klik OK untuk melanjutkan.

3. Klik tab Select Remote Users (lihat Gambar B.6) untuk
memilih pemakai yang akan diizinkan untuk mengakses
melalui komputer remote.

4. Akan tampil kotak dialog Remote Desktop Users. Klik Add.

5. Akan tampil kotak dialog Select Users. Klik tab Advanced sehingga kotak dialog Select User tampil kembali dengan tampilan yang berbeda seperti pada Gambar B.7, tetapi belum dengan nama-nama pemakai.

Gambar B.7 Memilih user


6. Selanjutnya klik tab Find Now sehingga nama-nama pemakai tampil seperti Gambar B.8, kemudian pilih user yang akan diizinkan untuk mengakses melalui komputer remote (selain anggota group Administrator, sebab anggota group Administrator secara otomatis dapat mengakses Remote Desktop). Setelah itu klik OK.

Gambar B.8 Kotak dialog Select Users


7. Akan tampil kotak dialog Select User seperti Gambar B.9. Bila Anda akan memilih user yang lain, ulangi langkah-langkah seperti sebelumnya. Setelah selesai memilih user, klik OK.

Gambar B.9 User yang diizinkan untuk mengakses

melalui komputer remote

8. Kotak Dialog Remote Desktop User tampil kembali dengan nama-nama pemakai yang diizinkan mengakses melalui komputer remote. Klik OK.

9. Klik OK pada kotak dialog System Properties untuk
mengakhiri langkah langkah aktivasi Remote Desktop.

C. Instalasi Terminal Services Client dan
Remote Desktop Connection
Setelah Terminal Services terinstal dan Remote Desktop yang terdapat pada Windows XP Professional aktif, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi Terminal Services Client dan Remote Desktop Connection supaya client dapat mengakses Terminal Services yang terdapat pada server dan Remote Destop yang terdapat pada Windows XP Professional.

1.1 Instalasi Terminal Services Client
Ada beberapa cara instalasi Terminal Services Client, tetapi pada intinya mempunyai tujuan yang sama. Dalam hal ini penulis memberikan contoh 4 cara instalasi Terminal Services Client, antara lain:

1. Membuat disket instalasi melalui Terminal Services Client Creator. Diperlukan dua buah disket dengan kapasitas 1.44 MB untuk client yang menggunakan Windows 32 bit, sedangkan untuk Windows 16 bit diperlukan 4 buah disket dengan kapasitas 1.44 MB.

2. Instalasi melalui jaringan, dengan memanfaatkan folder share spesial yang terdapat pada server, dengan cara mengetikan sintaks UNC \\induk\admin$\system32\clients\tsclient\win32\
disks\disk1\setup pada Run, tetapi sebelumnya Anda harus log on pada komputer client sebagai anggota Administrator.

3. Menyalin folder Disk yang terdapat di server ke client. Folder ini terletak pada direktori C:\winnt\system32\clients\tsclient\ win32\disk. Buka folder disk1 yang terdapat pada folder disk, kemudian jalankan Setup.

4. Instalasi melalui CD master Windows 98. File setup Terminal Services Client terletak pada direktori D:\Add-ons\tsclient\ mstsc\win32\setup dengan asumsi CD-ROM terletak pada drive D.

1.2 Membuat Disket Instalasi Terminal Services
Client
Pada contoh cara membuat disket instalasi Terminal Services Client ini, penulis hanya memberikan contoh untuk client yang menggunakan Windows 32 bit saja, sebab cara membuat disket instalasi untuk Windows 16 bit hampir sama dengan cara instalasi Windows 32 bit, hanya saja jumlah disket yang diperlukan berbeda. Untuk Windows 32 bit diperlukan 2 buah disket dengan kapasitas 1.44 MB, sedangkan untuk Windows 16 bit diperlukan 4 buah disket dengan kapasitas 1.44. MB.

Cara membuat disket instalasi Terminal Services Client adalah sebagai berikut:
1. Klik Start Programs Administrative Tools, kemudian klik Terminal Services Client Creator sehinga tampil kotak dialog Create Installations Disk(s) seperti Gambar C.10.

Gambar C.10 Kotak dialog Create Installations Disk(s)


2.Pilih Terminals Service for 32-bit x86 windows, kemudian berikan tanda centang pada Format disk[s] bila disket yang diperlukan, setelah itu klik OK. Masukkan disket pertama, kemudian klik OK dan klik Yes pada tampilan konfirmasi untuk memformat disket.

3. Akan tampil proses memformat disket dan menyalin file
seperti Gambar C.11.

Gambar C.11 Proses penyalinan file pada disket pertama


4. Masukkan disket kedua saat tampil pemberitahuan untuk memasukkan disket kedua seperti pada Gambar C.12, kemudian klik OK sehingga proses memformat disket tampil. Setelah itu akan tampil proses menyalin file pada disket yang kedua.

Gambar C.12 Masukan disket kedua


5. Klik OK setelah selesai membuat disket instalasi terminal sevices client, kemudian klik [x] atau klik Cancel untuk mengakhiri.

1.3 Instalasi Terminal Services Client
Cara instalasi Terminal Services client sebagai berikut:
1. Klik Start, kemudian klik Run, dan masukkan disket pertama. Setelah itu ketik A:\Setup seperti pada Gambar C.13, kemudian klik OK atau tekan Enter sehingga tampil
pemberitahuan untuk menunggu Setup Terminal Services Client.

C.13 Memulai setup Terminal Services client


2. Tampil kotak dialog Welcome to the Terminal Services Client Installation program, kemudian klik Continue.

3. Ketik nama dan organisasi Anda saat kotak dialog seperti Gambar C.14 tampil, kemudian klik OK dan klik OK kembali saat kotak konfirmasi nama dan organisasi tampil.

Gambar C.14 Kotak informasi nama dan organisasi


4. Klik I Aggree saat License Agreement tampil.

5. Klik tombol, untuk memulai instalasi (lihat Gambar C.15), selanjutnya akan tampil kotak dialog Program Group. Klik Continue sehingga proses setup disket pertama muncul seperti pada Gambar C.16.

Gambar C.15 Klik tombol

Gambar C.16 Proses setup disket pertama

6. Masukan disket kedua saat tampil window seperti Gambar C.17, kemudian klik OK.

Gambar C.17 Masukan disket instalasi kedua

7. Klik OK saat tampil pemberitahuan bahwa Setup Terminal Services Client telah selesai.

D. Instalasi Remote Desktop Connections
Sebenarnya Remote Desktop Windows XP Professional bias diakses menggunakan Terminal Services Client, namun hanya dalam modus kedalaman warna 8 bit, sedangkan bila menggunakan Remote Desktop Connections maka kedalaman warna yang didapat bisa mencapai 16 bit. Dengan Remote Desktop Connection, Anda juga dapat mengakses Terminal Services yang terdapat pada Windows 2000 Server.

Bila Anda akan mengakses Remote Desktop dengan Windows 16 bit, Anda terlebih dahulu harus membuat disket instalasi melalui Terminal Services Client Creator yang terdapat pada Windows 2000 Server dengan memilih Windows 16 bit (lihat Gambar C.10). Untuk Windows 32 bit, Anda dapat menggunakan program Remote Desktop Connections yang terdapat pada CD master Windows XP Professional.

Untuk contoh instalasi Remote Desktop Connections ini, penulis memberikan contoh instalasi pada Windows 98, tetapi Anda juga dapat melakukan instalasi pada Windows 95 dan Windows 32 bit lainnya.

Langkah-langkah instalasi Remote Desktop Connections adalah
sebagai berikut:
1. Aktifkan autorun, kemudian masukkan CD master Windows XP Professional, lalu klik Perform Additional Task sehingga tampil window seperti Gambar D.18.

2. Klik Set up Remote Desktop Connection sehingga proses mengekstrak file tampil. Selanjutnya klik Next saat tampil Welcome to the Instalshield Wizard for Remote Desktop Connection.

3. Pilih I accept the terms in the license agreement pada kotak dialog License Agreement seperti pada Gambar D.19, kemudian klik Next.

Gambar D.18 Pilih Set up Remote Desktop Connection


Gambar D.19 Kotak dialog License Agreement


4. Ketik nama dan organisasi Anda saat tampil window seperti Gambar D.20, kemudian klik Next.

Gambar D.20 Ketik Nama dan Organisasi

5. Selanjutnya klik Install saat tampil kotak dialog Ready to Install to the Program seperti pada Gambar D.21.

Gambar D.21 Klik Install


6. Proses instalasi program Remote Desktop Connection akan tampil seperti pada Gambar D.22, kemudian klik Finish.

GambarD.22 Proses instalasi program Remote Desktop Connection

E. Mengakses Terminal Services dan Remote Desktop
Setelah instalasi Terminal Services Client dan Remote Desktop Connection selesai, langkah selanjutnya adalah mencoba mengakses Terminal Services yang terdapat pada Windows 2000 Server dan Remote Desktop Windows XP Professional.

1.1 Mengakses Melalui Terminal Services Client
Cara mengakses Terminal Services dan Remote Desktop melalui Terminal Services Client adalah sebagai berikut:

Contoh Pertama: Mengakses Terminal Services
1. Klik Start Programs Terminal Services Client sehingga
kotak dialog Terminal Services Client tampil seperti pada
Gambar E.23

Gambar E.23 Kotak dialog Terminal Services client

2. Klik Induk, selanjutnya pilih Screen Area. Screen area default adalah 640x480 (lihat Gambar E.23). Setelah itu klik tab Connect sehingga tampil window seperti Gambar E.24.

Gambar E.24 Koneksi ke komputer Induk


3. Akan tampil kotak dialog Log On to Windows. Ketik user name dan password, setelah itu klik OK sehingga tampil Terminal Services Client seperti Gambar E.26.

Gambar E.25 Kotak dialog Log On to Windows


Gambar E.26 Tampilan Terminal Services client


4. Untuk mengakhiri Terminal Services Client, klik menu Start, selanjutnya klik Shut Down sehingga kotak dialog Shut Down Windows tampil seperti pada Gambar E.27. Klik Log Off atau Disconnect, setelah itu klik OK.

Gambar E.27 Kotak dialog Shut Down Windows

Catatan:
Pilihan Shut Down pada kotak dialog Shut Down Windows hanya akan muncul bila yang mengakses Terminal Services adalah anggota group Administrator.

Contoh Kedua: Mengakses Remote Desktop Windows XP
Professional
1. Pada kotak dialog Terminal Services Client, ketik nama
komputer yang menggunakan Windows XP Professional atau ketik IP address seperti pada Gambar E.28, lalu klik Connect.

2. Tampil kotak dialog Log On to Windows. Ketik user name dan password, kemudian klik OK.

3. Akan tampil kotak dialog Log On Message seperti Gambar E.29 bila komputer yang akan diakses sedang digunakan pemakai lain. Pada kotak dialog Log On Message
diberitahukan bahwa terdapat pemakai yang sedang
menggunakan komputer. Jika Anda ingin melanjutkan, pemakai tersebut harus memutuskan koneksinya ke komputer. Untuk mengakses Remote Desktop, klik Yes.

4. Pada komputer yang sedang diakses akan tampil kotak dialog Request for Connection seperti Gambar E.30 yang
memberitahukan bahwa terdapat pemakai yang sedang
berusaha menghubungi komputer ini. Jika diizinkan, koneksi saat ini akan terputus untuk memberikan kesempatan untuk koneksi baru tersebut, walaupun nantinya koneksi dapat disambung lagi. Supaya dapat diakses, klik Yes.

Gambar E.28 Mengakses menggunakan IP address


Gambar E.29 Kotak dialog Log On Message


Gambar E.30 Kotak dialog Request for Connection

Catatan:
Dari kotak dialog seperti Gambar E.30, bisa disimpulkan bahwa bila pemakai yang menggunakan komputer target mengizinkan koneksi remote, akan terjadi kegagalan Remote Desktop.

5. Kembalilah pada komputer yang sedang mengakses Remote
Desktop. Setelah Desktop Windows XP Professional tampil, buka kotak dialog Display Properties sehinga terlihat seperti Gambar E.31. Pada Gambar E.31, kedalaman warna yang didapat hanya 8 bit, tetapi bila Anda mengakses menggunakan Remote Desktop Connection, Anda akan mendapatkan kedalaman warna 16 bit.

Gambar E.31 Destop Windows XP Professional

6. Untuk mengakhiri Remote Desktop, klik Start, kemudian klik Log Off, setelah itu lik Log Off kembali.

F. Mengakses Melalui Remote Desktop Connection
Saat mengakses Remote Desktop Windows XP Professional menggunakan Terminal Services Client, kedalaman warna yang didapat hanya 8 bit saja, tetapi bila menggunakan Remote Desktop Connection maka akan mendapatkan warna 16 bit untuk Remote Desktop, sedangkan untuk Terminal Services tetap mendapatkan 256 warna.

Langkah-langkah untuk mengakses Terminal Services dan Remote Desktop melalui Remote Desktop Connection adalah sebagai berikut:

Contoh Pertama: Mengakses Terminal Services
1. Klik Start Programs Accessories Communications Remote Desktop Connection sehingga muncul kotak dialog
Remote Desktop Connection seperti Gambar E.32.

Gambar E.32 Kotak dialog Remote Desktop Connection

2. Pada kotak diolog Remote Desktop Connection, ketik nama komputer server atau klik tombol drop down, kemudian klik Browse for more. Setelah itu klik nama komputer server, lalu klik tab Connect sehingga kotak dialog Log On to Windows muncul.

3. Pada kotak dialog Log On to Windows, ketik user name dan password, kemudian klik OK sehinga tampil window seperti pada Gambar E.33.

Gambar E.33 Desktop Terminal Services


Contoh Kedua: Mengakses Remote Desktop Windows XP
Professional

Gambar E.34 Kotak dialog Remote Desktop Connection


1. Pada kotak dialog Remote Desktop Connection, klik tab
Option sehingga tampil window seperti Gambar E.34. Ketik nama komputer atau IP address target, lalu ketik user name dan password.

2. Klik tab Experience, kemudian berikan tanda centang pada Desktop Background untuk menampilkan background, lalu klik Connect sehingga Desktop Windows XP Professional seperti Gambar E.36 akan tampil.

Gambar E.35 Tab Experience


Gambar E.36 Remote Desktop Windows XP Professional

Contoh Ketiga: Mengakses Salah Satu Program
Untuk mengakses salah satu program, sebelumnya Anda harus tahu letak file program yang akan dieksekusi. Sebagai contoh, untuk mengakses Excel, Anda harus tahu pada direktori mana terdapat file excel.exe. Contoh berikut ini mengakses program Microsoft Excel dari Microsoft Office XP dan cara ini dapat digunakan untuk mengakses Remote Desktop maupun Terminal Services.

Langkah-langkah untuk mengakses salah satu program adalah sebagai berikut:
1. Pada kotak dialog Remote Desktop Connection, klik tab
Options sehingga tampilan menjadi seperti Gambar E.34,
kemudian ketik nama komputer atau ketik IP address, lalu
ketik user name dan password.

2. Klik tab Experience, kemudian berikan tanda centang pada Start in following program on connection dan selanjutnya ketik seperti pada Gambar E.37, yaitu C:\Program Files\Microsoft Office\Office10\Excel, setelah itu klik Connect.

Gambar E.37 Mengakses salah satu program


Gambar E.38 Tampilan hasil akses salah satu program


3. Untuk mengakhiri, klik Close (x) atau klik menu File, lalu Exit.
1.1 Mengakses Melalui Client Connection Manager
Dengan Client Connection Manager, Anda dapat mengakses Terminal Services dan Remote Desktop secara spesifik seperti pada contoh sebelumnya, misalnya mengakses salah satu program aplikasi yang terdapat pada server. Akan tetapi sebelum mengakses melalui Client Connection Manager, Anda harus membuat koneksi baru terlebih dulu.

Cara membuat koneksi baru adalah sebagai berikut:
1. Klik Start Programs Terminal Services Client Client
Connection Manager segingga kotak dialog Client Connection Manager tampil.
2. Pada kotak dialog Client Connection Manager, klik menu File, kemudian klik New Connection sehingga Welcome to the Client Connection Manager Wizard tampil, selanjutnya klik Next.

Gambar E.39 Kotak dialog Client Connection Manager


3. Tampil Create a Connection, kemudian ketik nama koneksi, misalnya server, lalu ketik nama server atau IP address sehingga terlihat seperti Gambar E.40. setelah itu klik Next.

4. Pada kotak dialog Automatic Logon, berikan tanda centang pada Log on Automatically with this information, lalu ketik user name dan password. Untuk domain, ketik sembarang supaya pada tombol Next menjadi aktif, selanjutnya klik Next.

Gambar E.40 Kotak dialog Create a Connection


Gambar E.41 Kotak dialog Automatic Logon


5. Pilih Screen area yang diinginkan, kemudian berikan tanda centang Full screen bila Anda menginginkan tampilan layer penuh, selanjutnya klik Next.

Gambar E.42 Kotak dialog Screen Options


Gambar E.43 Kotak dialog Connection Properties


6. Berikan tanda centang pada Enable data compression jika Anda mengakses Terminal Services menggunakan modem atau jaringan yang lambat, kemudian klik Next.

7. Bila Anda ingin menjalankan salah satu program seperti
contoh sebelumnya, berikan tanda centang pada Start the
following program, selanjutnya ketik program yang Anda
inginkan, kemudian klik Next.

Gambar E.44 Kotak dialog Starting a Program


8. Akan tampil kotak dialog Icon and Programs Group, kemudian klik Next, lalu klik Finish. Bila Anda akan membuat koneksi yang lain, ulangi langkah-langkah di atas.

9. Untuk mencoba, klik nama koneksi pada kotak dialog Client Connection Manager, misalnya server, sehingga kotak dialog Log On to Windows tampil. Kemudian ketik password, setelah itu klik OK sehingga desktop Terminal Services Client tampil.

Gambar E.45 Kotak dialog Client Connection Manager

10. Masih tampilnya kotak Logon to Windows disebabkan
konfigurasi Terminal Services masih mengharuskan untuk
menggunakan password. Pindahlah ke komputer server untuk menonaktifkan permintaan ganda password. Pada computer Server, klik Start Programs Administrative Tools Terminal Services Configuration. Akan tampil kotak dialog Terminal Services Configuration.

Gambar E.46 Kotak dialog Terminal Services Configuration


11. Pada kotak dialog Terminal Services Configuration, klik RDPTcp, kemudian klik menu Action, setelah itu klik Properties.
12. Pada kotak dialog RDP-Tcp Properties, klik tab Logon Settings, kemudian hapus tanda centang pada Always prompt for password, selanjutnya klik Apply dan klik OK.

13. Di komputer client, klik nama koneksi pada kotak dialog Client Connection Manager sehingga desktop Terminal Services akan langsung tampil seperti Gambar E.26.

Gambar E.47 Kotak dialog RDP-Tcp Properties


1.2 Mengakses Melalui Web Site
Dengan memanfaatkan Remote Desktop Web Connection yang terdapat pada Windows XP Professional, Anda dapat mengakses Terminal Services dan Remote Desktop melalui web site. Remote Desktop Web Connection terdapat pada virtual directory Default Web Site dari Internet Information Services Windows XP
Professional. Nama virtual directory tersebut adalah tsweb dan home directory terletak pada C:\Windows\web\TSWeb. Untuk mengakses Remote Desktop Web Connection yang terdapat pada Windows XP Professional, Anda dapat mengetikkan URL http://NamaKomputer/tsweb, http://www.NamaDomain/tsweb, http://IPaddress/tsweb. NamaKomputer, NamaDomain, dan IPaddress adalah nama komputer dan nama domain, serta IP address Windows XP Professional, contohnya http://client3/tsweb, http://www.hrd.csc.com/tsweb, dan http://192.168.0.4/tsweb.

Cara mengakses Remote Desktop dan Terminal Service melalui Remote Desktop Web Connection adalah sebagai berikut:
1. Ketik URL http://client3/tsweb pada Run atau pada Address Bar Internet Explorer, kemudian tekan Enter.

Gambar E.48 Mengetikkan URL


Gambar E.49 Tampil Remoter Desktop Web Connection


2. Akan tampil kotak dialog Remote Desktop Web Connection seperti Gambar E.49. Pilih Screen area, setelah itu klik Connect.

Catatan:
Bila pada saat Anda mengakses Anda memilih full screen,
tampilan akan penuh seperti Gambar E.37. Pada kotak Server,
bila Anda tidak mengetik nama komputer yang akan diakses, maka Anda otomatis akan mengakses Remote Desktop yang terdapat pada Windows XP Professional.

3. Akan tampil kotak dialog Log On to Windows. Selanjutnya ketik user dan password, kemudian klik OK sehingga tampilan menjadi seperti Gambar E.50.

Gambar E.50 Tampilan Remote Desktop Windows XP Professional


4. Untuk menghentikan hubungan, klik Log Off 2 kali, sehingga tampilan menjadi seperti Gambar E.49.

5. Ketik Induk pada kotak Server untuk mengakses Terminal Services, kemudian klik Send logon information for this connection sehingga menjadi mirip seperti Gambar E.51, kemudian ketik nama user dan kosongkan saja domain, setelah itu klik Connect.

Gambar E.51 Koneksi ke Terminal Services


Gambar E.52 Tampilan Terminal Services


6. Tampil kotak dialog Log to Windows. Ketik password, setelah itu klik OK sehingga tampilan menjadi seperti Gambar E.52.

7. Untuk mengakhiri, hubungan klik Start Shut Down OK.

Selasa, 01 Juni 2010

*Yang Q Rasakan Dalam Hidup Ini*

Hidup ini penuh dengan warna. Ada suka dan duka. Dan tidak ada manusia yang sempurna. Manusia diberikan hati dan pikiran. Setiap manusiapun mempunyai sifat dan sikap yang berbeda. Dan hidup tidak boleh disia-siakan. Ada yang bilang, “ Nikmatilah hidupmu dengan sebaik mungkin ”. Lihatlah dan pandanglah hidupmu kedepan. Raihlah semua segala impian, harapan, dan keinginanmu kelak. Dengan tegar dan tidak patah semangat menghadapi hidup ini. Lupakan & tinggalkan hidupmu yang lalu, yang tidak seharusnya diingat dan kembali dalam hidupmu kedepan. Buatlah hari-harimu selalu dengan warna yang cerah dan indah. Percayakan dan bawalah hidupmu didalam tangan Tuhan U/ selamanya. “Serahkanlah segala Kekhawatiranmu / ketakutanmu kepada Tuhan “. Hanya Tuhan yang tahu segala rencana dan cobaan dalam hidup ini. Walau hanya kata Maaf yang bisa terucap, dibalik tindakan yang sama pernah dia lakukan. Tapi apa daya aku hanya manusia biasa. Walau hati ini sudah sakit dan letih menerima dan merasakan semuanya. Tetapi Tuhan maha tahu. Dan mempunyai rencana yang baik U/ hidupku nanti. Hanya dengan berdoa kepada Tuhan U/ memulihkan segala rasa gunda, sekalipun rasa yang menyakitkan dalam hidupku. Aku hanya berharap, Semoga ada seseorang yang bias mengerti, memahami, dan menerima aku apa adanya serta tulus hatinya. Dan itu semua aku ingin Tuhan yang kirimkan dan membawanya ke dalam hatiku ini. Dan dia bisa menyembuhkan rasa sakit yang ku rasa. Dan meredakan air mata ini yang tiap kali menangis karena luka yang dalam. Berikanlah aku kekuatan U/ menempuh sepanjang hidup ku ini sekalipun hatiku sedang tidak berdaya. Amien…..

Optimasi Keamanan Komputer dengan mengunakan Firewall, Anti Virus dan Melakukan BackUp.

Sumber : Membangun Jaringan Komputer
Penerbit : Informatika oleh Iwan Sofana

Optimasi Keamanan Komputer dengan mengunakan Firewall, Anti Virus dan Melakukan BackUp. Berikut ini Software-Software tersebut :

1. Beberapa Software anti virus, yaitu :

• PC-cillin from Trend Micro (http://www.trendmicro.com)
• Norton Antivirus from Symantec (http://www.symantec.com)
• Avast! (http://www.avast.com)
• Avira (http://www.avira.com)
• AVG Anti-Virus (http://www.free.grisoft.com)
• BitDefender (http://www.bitdefender.com)
• BullGuard (http://www.bullguard.com)
• Command AntiVirus (http://www.authentium.com/command)
• eSafe (http://www.aladdin.com/esafe)
• F-Secure (http://www.f-secure.com)
• InVircible (http://www.invircible.com)
• Kaspersky Anti-Virus (http://www.kaspersky.com)
• McAfee VirusScan (http://www.mcafee.com)
• NOD32 (http://www.eset.com)
• Norman ASA (http://www.norman.com)
• Panda Security (http://www.pandasecurity.com)
• Rising AntiVirus (http://www.rising-global.com)
• SecureIT (http://www.secureit.com)
• Sophos Anti-Virus (http://www.sophos.com)
• ThreatFire AntiVirus (dulu bernama Cyberhawk)
• Trend Micro Internet Security (http://trendmicro.com)
• Virus Chaser (http://www.viruschaser.com)
• Window Defender di Vista
• Windows Live OneCare (http://onecare.live.com)


2. Beberapa Software Firewall, yaitu :

• Norton Internet Security (http://www.symantec.com)
• Sygate’s Personal Firewall (http://www.sygate.com)
• Comodo Firewall Pro (http://www.personalfirewall.comodo.com)
• Core Force (http://force.coresecurity.com)
• Kaspersky Internet Firewall (http://www.kaspersky.com/productupdates?chapter=186437046)
• Lavasoft Personal Firewall (http://www.lavasoftusa.com/software/firewall)
• Norton 360 (http://www.symantec.com/norton360)
• Outpost Firewall Pro (http://www.agnitum.com/products/outpost)
• PC Tolls Firewall Plus (http://www.pctools.com/firewall)
• PF (http://www.benzedrine.cx/pf.html)
• Sunbelt Personal Firewall (http://www.sunbelt-software.com)


3. Beberapa Software BackUp,yaitu :

• Backup4all (http://www.backup4all.com)
• Genie Backup Manager (http://www.genie-soft.com)
• Nero BackItUp (http://www.nero.com)
• Roxio Toast (http://www.roxio.com)
• Windows Recovery Environment

Jumat, 14 Mei 2010

keamanan jaringan komputer

Saat ini banyak orang yang mulai memasang jaringan komputer nirkabel di rumah mereka (wireless home network) yang mana bisa segera digunakan oleh mereka untuk terhubung ke internet. Contohnya si ABC, karyawan salah satu perusahaan TI di Lampung telah berlangganan akses internet ADSL melalui Telkom Speedy. ABC membeli modem ADSL yang dilengkapi pula dengan fasilitas wireless atau Wi-Fi. Dia membeli model itu karena dia memiliki dua buah komputer di rumahnya, sebuah laptop dan PC desktop. Semuanya telah dilengkapi dengan Wi-Fi card dan dia menginginkan semuanya terhubung ke internet melalui access point yang dia buat sendiri.

Selain itu ABC juga memiliki sebuah PDA yang mana terkadang dia perlu akses ke internet dari PDA nya ketika dia di rumah. Tepatlah jika ia membangun access point di rumahnya sendiri. Tetapi masalah selalu saja muncul. Sudah amankah jaringan nirkabel atau access point yang dia buat…? Jangan-jangan di sebelah rumah ada hacker yang mengintip data Anda atau juga malah ikut menikmati akses internet dengan gratis. Untuk itu melalui tulisan kali ini akan disajikan sedikit tips yang berhubungan dengan jaringan nirkabel di rumah Anda.

1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya).
Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.

2. Aktifkan enkripsi.
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.

3. Ganti SSID default.
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.

4. Aktifkan MAC Address filtering.
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.

5. Matikan broadcast dari SSID.
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.

6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi.
Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-alamat IP yang fix tadi.

7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman.
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.

8. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan.
Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.